<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempo Institute</title>
	<atom:link href="http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tempo-institute.org</link>
	<description>Center of Excellent Institute</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 07:29:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>FESTIVAL JURNALISME WARGA: Kencangkan Suaramu &#8211; Raise Your Voice</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4905</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4905#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 10:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Current News]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Programs]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4905</guid>
		<description><![CDATA[Museum Nasional, Jakarta Pusat Sabtu- Minggu, 14-15 April 2012, pk 9.00 &#8211; 21.0 FESTIVAL JURNALISME WARGA Kencangkan Suaramu &#8211; Raise Your Voice Workshop Menulis &#124; Workshop Video &#038; Foto &#124; Workshop Optimalisasi Socmed &#124; Diskusi Panel Jurnalisme Warga &#038; Efektivitas Pelayanan Publik &#124; Bersama Melukis Mural &#124; Pameran Multimedia &#124; Kuis Berhadiah &#124; Lomba Siaran]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Museum Nasional, Jakarta Pusat<br />
Sabtu- Minggu, 14-15 April 2012, pk 9.00 &#8211; 21.0</p>
<p>FESTIVAL JURNALISME WARGA<br />
Kencangkan Suaramu &#8211; Raise Your Voice</p>
<p>Workshop Menulis | Workshop Video &#038; Foto | Workshop Optimalisasi Socmed | Diskusi Panel Jurnalisme Warga &#038; Efektivitas Pelayanan Publik | Bersama Melukis Mural | Pameran Multimedia | Kuis Berhadiah | Lomba Siaran Radio | Klinik Jurnalistik | Temu Komunitas Jurnalisme Warga | Pentas Musik Efek Rumah Kaca &#038; Paroeh Waktoe</p>
<p>Gratis, tempat terbatas<br />
Bagi yang mau mengikuti workshop dapat mendaftar terlebih dahulu.<br />
Info lebih lanjut dapat menghubungi :<br />
0813 821 37579( Maya )<br />
0856 1955 842 ( Lotusina )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4905</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bincang Seru   “PANC?SILA &amp; 4NaK MuD4”</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4897</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4897#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Current News]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Programs]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4897</guid>
		<description><![CDATA[Bukan. Tulisan “Panc?sila &#038; 4NaK MuD4” bukan salah ketik. Tanda-tanya itu adalah penanda begitu banyak pertanyaan di seputar keberadaan Pancasila di sekitar kita. Segunung pertanyaan yang mengarah pada satu perkara utama: benarkah kelima sila, yang menjadi fondasi negara, benar ada di republik yang hampir 66 tahun ini? Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan Yang Adil dan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan.  Tulisan “Panc?sila &#038; 4NaK MuD4” bukan salah ketik. Tanda-tanya itu adalah penanda begitu banyak pertanyaan di seputar keberadaan Pancasila di sekitar kita. Segunung pertanyaan yang mengarah pada satu perkara utama: benarkah kelima sila, yang menjadi fondasi negara, benar ada di republik yang hampir 66 tahun ini? </p>
<p>	Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ah, sudahkah lima prinsip dasar itu hadir di negeri ini?</p>
<p>	Lalu, di mana peran 4Nak MuD4? Sudahkah kelompok yang kerap dijuluki “motor perubahan” ini menjalankan peran yang bermakna? Atau hanya sekadar pelengkap yang suaranya tenggelam di tengah hiruk-pikuk korupsi dan silang sengkarut pentas politik? </p>
<p>	Mari berbincang dengan para fotografer muda, yang difasilitasi oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Grafissosial, mencari wujud Pancasila dalam keseharian. Berbekal lensa kamera, para fotografer muda ini mencoba menampilkan spektrum kehadiran (juga ketiadaan) kelima sila di berbagai sudut negeri. </p>
<p>	Obrolan ini juga menghadirkan para penulis alumnus Kompetisi Esai Mahasiswa “Menjadi Indonesia”. Ini program tahunan TEMPO Institute bersama INTI yang bertujuan mengumpulkan mozaik pemikiran anak muda tentang Indonesia. </p>
<p>	Ayo, ikuti perbincangan seru ini. Jangan bilang dirimu “4NaK MuD4” jika tak peduli dengan Indonesia&#8230;..  </p>
<p>Diskusi: MENJADI INDONESIA<br />
Sabtu 3 Maret 2012<br />
Pukul: 14.30<br />
Tempat: Neo Journalism Club  &#8211; Jl. Antara 61 &#8211; Pasar Baru &#8211; Jakarta Pusat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4897</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesan-Kesan Pereview Terbaik Lomba Review Berita tempo.co</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4895</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4895#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 05:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Current News]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4895</guid>
		<description><![CDATA[afdalade (Afdal Ade Hendrayana) Sepanjang mengikuti lomba ini, saya dituntut untuk lebih banyak membaca lagi buku-buku tentang pers, jurnalistik, peran pers dan cara pembuatan berita. Meski saya sudah aktif selama tiga tahun di pers mahasiswa, namun belumlah dirasakan cukup akan informasi di dunia pers dan cara pembuatan berita. semakin banyak membaca saya semakin merasa butuh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>afdalade (Afdal Ade Hendrayana)</strong><br />
Sepanjang mengikuti lomba ini, saya dituntut untuk lebih banyak membaca lagi buku-buku tentang pers, jurnalistik, peran pers dan cara pembuatan berita. Meski saya sudah aktif selama tiga tahun di pers mahasiswa, namun belumlah dirasakan cukup akan informasi di dunia pers dan cara pembuatan berita. semakin banyak membaca saya semakin merasa butuh lebih lagi informasi. Terima kasih Tempo.co. Bravo.<br />
Salam kenal kembali. Terima kasih kepada Tempo utk lomba yg telah diadakan. Luar biasa utk lomba review berita yg diadakan Tempo.co. Pengalaman pertama bagi saya utk mngikuti lomba yg diadakan Tempo. Dengan adanya Lomba seperti ini, mengajarkan saya bagaimna cara menulis berita yg baik bg pembaca.utk memberikan komentar, kita harus tahu terlebih dahulu apa yg lebih baik dan mempunyai landasan terhadap sesuatu yg akan dikomentari.alhasil,ktika mngikuti lomba ini,saya pun dituntut utk lebh banyak mmbaca buku ttg jurnalistik,peran pers,dan cara membuat berita yg baik. semakin membaca saya merasa semakin butuh akan informasi lagi. Utk ke depannya,saya harap Tempo.co bsa mengadakan lagi lomba2 yg lebih bnyak melibatkan kawula muda (mahasiswa), misalnya seperti lomba membuat berita (namun tema ditentukan oleh Tempo), dan jenis lomba yg lebih variatif lagi.<br />
Salam,</p>
<p><strong>Dian Kurniati (Dian Kurniati)</strong><br />
Terima kasih Tempo <img src='http://www.tempo-institute.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dear Tempo,<br />
Terima kasih telah memberi kesempatan saya magang selama satu bulan dari Lomba Review Berita Bersama Tempo Institute.<br />
Sejak mengetahui ada lomba ini, saya mulai membaca dengan cermat setiap berita. Mencari kekurangan dalam berita sangat sulit, karena penulisan berita di Tempo hampir sempurna. Dari ratusan peserta dan review berita yang masuk, tidak disangka ternyata Tempo memilih saya sebagai salah satu orang yang beruntung memenanginya. Terlebih kesempatan magang ini juga sangat sesuai dengan hobi dan bidang ilmu yang saya geluti. Menulis review berita sebanyak 50 buah, membuat saya banyak belajar tentang penulisan berita.<br />
Bagi saya, kesempatan ini sangat berarti..<br />
Sekali lagi, terima kasih Tempo.</p>
<p><strong>Standy Christianto</strong><br />
kesan lomba review berita TEMPO<br />
Kesan saya pertama kali, kok ada lomba beginian ? kok mau tulisan wartawannya sendiri di kritik sama pembacanya ? hehehe .. </p>
<p>di tengah keraguan objektivitas media, saya agak aneh membaca lomba ini.<br />
Sejak lama saya pembaca TEMPO, khususnya KORAN TEMPO, karena Ayah saya berlangganan lama.<br />
dan sekarang, kadang beli majalah TEMPO sendiri (harga mahasiswa.. heheheh)<br />
SAya turut senang bisa ikut kasih masukan berita &#8211; berita TEMPO.CO,<br />
gaya penulisan yang &#8220;enak dibaca dan perlu&#8221;.<br />
Lomba ini paling tidak, sebagai otokritik pada berita &#8211; berita TEMPO agar lebih baik.<br />
Saya sangat senang bisa menjadi satu diantara review terbaik.<br />
sukses selalu utk TEMPO.CO   !!<br />
Salam kenal untuk semua PESERTA </p>
<p>onli_child (Yosie Syahfitra A.)<br />
ikut tulis kesan disini aja ya mimin.. </p>
<p>pas jalan2 nyri lomba, eh dapet info kl tempo.co lagi ngadain lomba..</p>
<p>berbekal cara ngreview berita yang seadanya, ternyata malah masuk 10 besar..berasa review saya dihargai disini..</p>
<p>dulu selalu minder kl ngreview sebuah cerita atau bahkan sebuah karya tulis..<br />
sekarang berkat ini, saya cukup bisa mengatasi kekhawatiran saya dalam mereview suatu tulisan..</p>
<p>disini tidak hanya belajar membuat review berita yang bagus..tetapi dituntut membuat review berita yang lain daripada yang lain..<br />
ikut lomba sekaligus belajar..menyenangkan juga.. </p>
<p>dapet info gratis tentang jurnalistik dari bro2 dan sist2 disini.. </p>
<p>mantablah pokoknya.. </p>
<p>usul nih buat mimin..</p>
<p>kan lomba soal mereview berita udah di selenggarakan..gimana kalau diadain lomba bikin berita..</p>
<p>mimin ngasih bahan2nya, ntar biar pesertanya yang mengembangkannya..</p>
<p>hehehe</p>
<p><strong>Achmad Dwi Afriyadi</strong><br />
ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti lomba seperti ini. saya mengirimkan 5 review, sungguh di luar dugaan saya menjadi salah satu pemenang lomba ini. saya tidak tahu model dan sistem penilaian tim juri,semoga ini adalah penilaian yang terbaik. harapan saya lomba seperti akan terus berlangsung..terimakasih<br />
nana<br />
Begitu mengetahui lomba ini, tak ada satupun bayangan untuk menang ataupun hal lain kecuali akhirnya saya bisa ngritik<br />
Saya mengikuti lomba ini karena akhirnya saya mendapatkan ruang untuk melakukan kritik terhadap berita yang dimuat dalam portal berita online<br />
Maklum saja saya suka gregetan membaca berita yang dimuat dalam berbagai portal berita online</p>
<p>Bagaimana tidak, di portal berita online lainnya yang sudah mapan, yang sudah banyak diisi iklan, yang masuk 10 besar web yg banyak diakses di Indonesia, terkadang suka seenaknya kalo memuat berita&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
beritanya suka ngga penting, terkadang tak berimbang, dan kekurangan lainnya</p>
<p>Jadi kegiatan seperti ini penting untuk memperbaiki kualitas berita&#8230;&#8230;..<br />
dan perbaikan kualitas seperti ini tak bisa hanya terjadi di ruang redaksi&#8230;apalagi sebagai sebuah portal berita online<br />
interaksi dengan awak media dan review oleh pembaca wajiblah hukumnya<br />
sy kira apapun yg berbau online, intinya ialah &#8220;interaktivitas yg intens&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4895</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KLINIK MENULIS ANGKATAN III – TEMPO Institute</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4891</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4891#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 08:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Programs]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4891</guid>
		<description><![CDATA[Menulis Itu Asyik…. Setiap hari membawa kisah dan harapan tersendiri. Setiap hari juga memberi warna bagi perjalanan hidup, sesuatu yang bukan mustahil tak terlupakan. Tempat baru, sahabat, promosi, mimpi yang tercapai, layak menjadi abadi dan tidak terlupakan begitu saja. Caranya? Tentu dengan menuliskan berbagai kisah tadi dengan asyik dan menarik. TEMPO Institute kembali membuka kesempatan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Menulis Itu Asyik….<br />
Setiap hari membawa kisah dan harapan tersendiri.  Setiap hari juga memberi warna bagi perjalanan hidup, sesuatu yang bukan mustahil tak terlupakan. Tempat baru, sahabat, promosi, mimpi yang tercapai, layak menjadi abadi dan tidak terlupakan begitu saja. Caranya? Tentu dengan menuliskan berbagai kisah tadi dengan asyik dan menarik.<br />
TEMPO Institute kembali membuka kesempatan bagi Anda untuk mengikuti KLINIK MENULIS III.   Sebuah kelas yang dirancang sesuai kebutuhan Anda, intensif, interaktif, kaya praktek, dan diampu para jurnalis senior TEMPO. Mari bergabung, mengasah kemampuan, mengabadikan gagasan dan kisah Anda dalam tulisan yang memikat.</p>
<p>KLINIK MENULIS berlangsung dalam 4 kali pertemuan, setiap pertemuan berlangsung 2 jam, yakni pada Selasa, pukul 4 – 6 sore.<br />
Kelas dimulai pada 27 Maret 2012.</p>
<p>TEMPAT Pertemuan :<br />
Sekretariat Tempo Institute<br />
Jl. R.P. Soeroso No. 41 Jiwasraya Building, 3rd Floor,<br />
 Gondangdia, Jakarta Pusat.  Telp/Fax:  (021) 31906418</p>
<p>METODE<br />
Klinik Menulis ini menggunakan pendekatan andragogi yang membutuhkan keterlibatan aktif setiap peserta. Kelas dilakukan dengan model interaktif dan kaya praktek.</p>
<p>PENGAJAR<br />
            Mardiyah Chamim (Direktur Tempo Institute)</p>
<p>            Amarzan Loebis (Jurnalis Senior)</p>
<p>            Dwi Setyo Irawanto (Jurnalis Senior)</p>
<p>            M. Taufiqurohman ( Kepala Biro dan pendidikan Tempo)</p>
<p>INVESTASI </p>
<p>Rp 2.000.000<br />
Pendaftaran di tutup 22 maret 2012 pukul 15.00 WIB</p>
<p>Untuk informasi lebih lengkap, silakan  hubungi :</p>
<p>Sekretariat               : 021 319 064 18<br />
Maya Wuysang       : 0813 8213 7579<br />
Bimo Wicaksono      : 0818 0808 9121</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4891</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNDANGAN LAUNCHING BUKU Giant Pack of Lies &#8211; Mengungkap Kedigdayaan Industri Rokok di Indonesia</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4888</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4888#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 05:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Blogs]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4888</guid>
		<description><![CDATA[Dengan hormat, Tempo Institute dan Koperasi Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (KOJI) mengundang Bapak / Ibu / Sdr untuk menghadiri acara peluncuran buku : A Giant Pack of Lies, Mengungkap Kedigdayaan Industri Rokok di Indonesia Oleh : Mardiyah Chamim, Wahyu Dhiatmika, Farid Gaban, dkk Tempat : Aula D Gedung Mgr. Djajasepoetra, Lantai 2, Universitas Atmajaya, Jl]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan hormat,</p>
<p>Tempo Institute dan Koperasi Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (KOJI) mengundang Bapak / Ibu / Sdr untuk menghadiri acara peluncuran buku :</p>
<p>A Giant Pack of Lies, Mengungkap Kedigdayaan Industri Rokok di Indonesia</p>
<p>Oleh : Mardiyah Chamim, Wahyu Dhiatmika, Farid Gaban, dkk<br />
Tempat : Aula D Gedung Mgr. Djajasepoetra, Lantai 2,  Universitas Atmajaya, Jl Sudirman, Jakarta<br />
Hari : Selasa, 21 Februari 2012<br />
Waktu : pk 10 &#8211; 13.00</p>
<p>Peluncuran buku ini dihadiri oleh:<br />
- Menteri Kesehatan RI Endang Sedyawati (dalam konfirmasi)<br />
- Christof Putzel, pemenang berbagai penghargaan internasional, jurnalis Vanguard yang memproduksi video &#8220;Sex, Lies &#038; Cigarettes&#8221;. </p>
<p>Berhubung tempat terbatas, kami harap Bapak / Ibu / Sdr yang berminat untuk memastikan kehadiran dengan menghubungi panitia.</p>
<p>Kami menyediakan 100 buku gratis untuk hadirin yang datang pertama.</p>
<p>RSVP :<br />
Sdr. Yus Ardhiansyah (0811 8071416)<br />
Sdr. Etha Handayanai (0852 140 17474)</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4888</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Lomba Review Berita Tempo.co</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4882</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4882#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 10:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Current News]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Programs]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4882</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih kami ucapkan atas partisipasi Anda pada Lomba Review Berita tempo.co bersama Tempo Institute. Lomba ini telah resmi ditutup pada 5 Februari 2012. Dalam rentang satu bulan masa lomba, tercatat ada 305 review berita yang ditulis pembaca dari berbagai latar belakang. Sebuah respon yang menggembirakan dan mendapat perhatian serius dari tim redaksi, demi perbaikan kualitas]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih kami ucapkan atas partisipasi Anda pada Lomba Review Berita tempo.co bersama Tempo Institute. Lomba ini telah resmi ditutup pada 5 Februari 2012. Dalam rentang satu bulan masa lomba, tercatat ada 305 review berita yang ditulis pembaca dari berbagai latar belakang. Sebuah respon yang menggembirakan dan mendapat perhatian serius dari tim redaksi, demi perbaikan kualitas pemberitaan.</p>
<p>Tim juri dalam lomba ini adalah 6 (enam) jurnalis senior Tempo, yakni Daru Priyambodo, Burhan Sholihin, Yos Rizal, Yosep Suprayogi, Elik Susanto, dan Mardiyah Chamim. Kriteria penilaian adalah ide atau gagasan dan cara penyampaian. Tim juri memilih 10 pereview pilihan yang berhak mendapat hadiah suvenir eksklusif dari Tempo. Tim juri juga memilih satu pereview terbaik yang mendapat kesempatan magang satu bulan di Tempo Institute.</p>
<p>Pereview terbaik yang mendapat kesempatan magang di Tempo Institute adalah : Dian Kurniati</p>
<p>Adapun 10 penulis review yang akan mendapat suvenir eksklusif (buku KECAP DAPUR TEMPO, flash disk Tempo, dan kaos ekslusif tempo.co) adalah :</p>
<p>Rendihariwijaya<br />
Afdalade<br />
Nana<br />
Achmad Dwi Afriyadi<br />
Standy<br />
Onli_child<br />
Dayatpp<br />
Christedjo28<br />
Desi_mv<br />
Walidah Fatkhul</p>
<p>Kami ucapkan selamat kepada para pemenang. Silakan melengkapi informasi profil Anda di forum.tempo dengan alamat email, nomor identitas (KTP/ kartu mahasiswa), alamat pengiriman hadiah. </p>
<p>Untuk pemenang yang berdomisili di Jabodetabek, pemberian hadiah akan dilakukan secara langsung pada diskusi &#8220;PANC?SILA dan Anak Muda&#8221;, di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Minggu -Jakarta, pada 4 Maret 2012.</p>
<p>Terimakasih kepada seluruh peserta dan selamat kepada para pemenang.<br />
Mari berjumpa pada kegiatan Forum Tempo dan Tempo Institute berikutnya.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Panitia &#8211; Tempo Institute</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4882</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Review Berita Tempo.co: Berhadiah Satu Bulan Magang di Tempo Institute</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4874</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4874#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 08:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4874</guid>
		<description><![CDATA[Demi meningkatkan mutu jurnalistik dan pemberitaan, Tempo Institute mengajak teman-teman (pelajar, mahasiswa, umum) untuk bersama memberi komentar atau review atas berita-berita yang dimuat di Tempo.co, selama bulan Januari 2012. Silakan meneropong, mengritik, dan mereview berita apa saja. Bisa tentang kasus Mesuji, Bima, ironi keadilan sandal buat Aal, kematian tragis Adesagi, olah raga, resolusi kalangan selebritas,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi meningkatkan mutu jurnalistik dan pemberitaan, Tempo Institute mengajak teman-teman (pelajar, mahasiswa, umum) untuk bersama memberi komentar atau review atas berita-berita yang dimuat di Tempo.co, selama bulan Januari 2012.</p>
<p>Silakan meneropong, mengritik, dan mereview berita apa saja. Bisa tentang kasus Mesuji, Bima, ironi keadilan sandal buat Aal, kematian tragis Adesagi, olah raga, resolusi kalangan selebritas, atau sepak-terjang pemberantasan korupsi yang maju-mundur.</p>
<p>Komentar dan review ini akan menjadi masukan berharga buat tim redaksi dan juga TempoInstitute Indonesia.</p>
<p>Review yang diminta adalah : apakah berita tersebut penting bagi publik, menarik, seberapa kuat nilai layak berita di dalamnya, dan apa kekurangan atau kelebihan berita tersebut.</p>
<p>Caranya:<br />
1. Daftarkan diri Anda di Forum<br />
Tempo.com (<a rel="nofollow nofollow" href="http://forum.tempo.co/" target="_blank">http://forum.tempo.co/</a>)</p>
<p>2. Pilih satu berita di Tempo.co, lalu tulislah review berita itu di Thread &#8220;Lomba Review Berita Bersama Tempo Institute)</p>
<p>3. Masukkan tulisan Anda ke dalam New Thread di Kanal itu.</p>
<p>4. Tulisan singkat saja, maksimum 200 kata</p>
<p>5. Tenggat : 5 Februari 2012</p>
<p>6. Pengumuman disampaikan pada 10 Februari 2012</p>
<p>7. Lomba ini berlaku bagi siapa saja, diutamakan mahasiswa dan pelajar.</p>
<p>Hadiah</p>
<p>1 (satu) penulis review terbaik dari kalangan mahasiswa diberi kesempatan magang selama 1 (satu) bulan di Tempo Institute (transportasi dan akomodasi ditanggung).</p>
<p>10 review yang pilihan akan diberi bingkisan masing-masing berupa : 1 buku &#8220;Kecap Dapur TEMPO&#8221; (buku baru terbitan KPG Gramedia), 1 flash disk Tempo.co, dan 1 kaos Tempo.co.</p>
<p>Ayo, mari meneropong berita Tempo.co</p>
<p>Salam, Panitia</p>
<p>Pertanyaan bisa diemail ke institut@tempo.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4874</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4869</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4869#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 04:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4869</guid>
		<description><![CDATA[Dengan ini kami mengucapkan: Selamat Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 Semoga Damai serta Kebahagiaan bersama kita selalu. &#160; Tim Tempo Institute &#160; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan ini kami mengucapkan:</p>
<p>Selamat Hari Natal 2011</p>
<p>dan</p>
<p>Tahun Baru 2012</p>
<p>Semoga Damai serta Kebahagiaan bersama kita selalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim Tempo Institute</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4869</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencuri Panggung, Merebut Tindakan!</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4866</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4866#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 05:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4866</guid>
		<description><![CDATA[Panggung harapan terhampar di arena KEM 2011. Dua puluh penulis muda memahat mimpi menjadi Indonesia lewat kata. Mereka menuang makna bernas : perubahan. Namun, perubahan bisa begitu saja tergelincir bagai pemimpin tanpa huruf &#8220;n&#8221; (baca : pemimpi). Deret panjang penanya dalam diskusi bukan tindakan. Kalau kita bertemu berbagai orang hebat bukan capaian. Tiga angkatan menandai]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panggung harapan terhampar di arena KEM 2011. Dua puluh penulis muda memahat mimpi menjadi Indonesia lewat kata. Mereka menuang makna bernas : perubahan. Namun, perubahan bisa begitu saja tergelincir bagai pemimpin tanpa huruf &#8220;n&#8221; (baca : pemimpi). Deret panjang penanya dalam diskusi bukan tindakan. Kalau kita bertemu berbagai orang hebat bukan capaian. Tiga angkatan menandai momentum KEM untuk merebut tindakan. Piawai menulis, lihai bertutur, apa jago bertindak?</p>
<p>Tiap orang suka mencuri panggung, mereguk popularitas bak selebritas. Panggung KEM, seperti idiom menarik yang terlontar, Menjadi Indonesia ialah (Men)dingan (Ja)ngan (Di)am Untuk Indonesia. Jangan diam setelah KEM 2011 usai. Jangan diam ketika kembali kepangkuan kota pertiwi. Jangan diam akibat bangga setelah menulis. Kita perlu merebut tindakan dalam kertas-kertas kehidupan. Menulis <em>lead </em>pembuka dengan menginisiasi apa yang telah digelorakan dalam esai. Berjejaring tangguh demi membuat Menjadi Indonesia terwujud: 20 gagasan segar, 20 ide baru, 20 penulis bergairah, namun apa hanya hidup di secarik kertas?</p>
<p><strong>Membentang Asa</strong></p>
<p><em>A drop of ink can move million people to think</em>. Tiada 20 esai semata yang menyeret publik tepekur melainkan 937 cita-cita menjadi Indonesia. Karena kata adalah senjata. Mengokang bedil harapan kalau visi Indonesia bukan ilusi Indonesia. Yap! Indonesia belum kiamat macam pertunjukan televisi membombardir kepalsuan di sudut sudut rumah. Indonesia belum tamat secara poli-tikus bertengkar saban hari. Indonesia masih dan akan selalu punya alternatif baru.</p>
<p>Menjadi Indonesia berarti <a href="http://kem.ami.or.id/2011/10/bertani-memelihara-keindonesiaan-kami/">Bertani Memelihara Keindonesiaan Kami</a>. Menjadi Indonesia ialah seperti <a href="http://kem.ami.or.id/2011/10/bangun-dari-mimpi-gemerlap-tambang/">Bangun Dari Mimpi Gemerlap Tambang</a> dan berleret ratusan alternatif baru Menjadi Indonesia. Kami menyerupa apa yang diseru: “ada 2 cara untuk menyebarkan cahaya : jadilah lilin yang menyebarkan cahaya, jadilah cermin yang memantulkan sinarnya”. Kami ingin membentang asa, menghampar harapan di lantai Indonesia yang kusam. Kami tak mau meluncur congkak bak aktivis selebritis. Maka kami bertekad kukuh, mencuri panggung dan merebut tindakan.</p>
<p><strong> Dhiora Bintang</strong><strong><em>, </em></strong><em>Pemenang pertama Kompetisi Esai Mahasiswa 2011<strong> </strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4866</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Tetap) Menjadi Indonesia</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/?p=4862</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/?p=4862#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 04:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Blogs]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Programs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4862</guid>
		<description><![CDATA[Ballroom J.W Marriott menjadi saksi penganugrahan bagi kedua puluh finalis kompetisi esai “Menjadi Indonesia 2011”. Gegap gempita acara puncak, menjadi bukti apresiasi Tempo Institute, yang bekerjasama dengan General Electric (GE) dan Perhimpunan Tionghoa – Indonesia (INTI), terhadap ide-ide monumental para finalis. Dalam acara puncak bertajuk “Today’s Leader Meet Tomorrow’s Leader” tersebut, Dahlan Iskhan (Menteri Negara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ballroom J.W Marriott menjadi saksi penganugrahan bagi kedua puluh finalis kompetisi esai “Menjadi Indonesia 2011”. Gegap gempita acara puncak, menjadi bukti apresiasi Tempo Institute, yang bekerjasama dengan General Electric (GE) dan Perhimpunan Tionghoa – Indonesia (INTI), terhadap ide-ide monumental para finalis.</p>
<p>Dalam acara puncak bertajuk “Today’s Leader Meet Tomorrow’s Leader” tersebut, Dahlan Iskhan (Menteri Negara BUMN) menjadi <em>guest speaker</em>. Ditutup dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para finalis, maka berakhir pula kompetisi “Menjadi Indonesia 2011”.</p>
<p>Sudah menjadi tradisi bagi Tempo Institute untuk menyelenggarakan kompetisi esai dengan tajuk “Menjadi Indonesia” setiap tahunnya. Dirintis pertama kali pada tahun 2009, kompetisi ini muncul dengan tujuan untuk mengeksplor dan menggali lebih dalam ide-ide brilian dari anak muda Indonesia yang masih peduli dengan nasib bangsanya. Dituangkan dalam bentuk tulisan, ide-ide tersebut ibarat menjadi bulir-bulir oase di tengah gelombang pesimisme yang terus mengguncang negeri ini. Sebuah momentum yang harus dipertahankan tentunya, menilik ternyata ada banyak anak muda yang masih rela “berpikir” bagi bangsanya.</p>
<p><strong>Beda Konsep</strong></p>
<p>Hanya ada yang berbeda dalam penyelenggaraan kemah menulis tahun ini. Bila dalam penyelenggaraan sebelumnya (2009 dan 2010) para finalis “dikarantina” di Wisma Tempo Sirnagalih, Bogor, dengan segala kegiatan yang juga difokuskan di sana, maka konsep pelaksanaan tahun ini sangatlah berbeda.</p>
<p>Di kemah menulis tahun ini para peserta benar-benar dituntut untuk terjun langsung ke lapangan. Dalam <em>City Game,</em> yakni sebuah permainan mencari petunjuk untuk mendapatkan “harta karun”, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok hanya dibekali dengan uang 20.000 rupiah dan kertas petunjuk. Mereka juga tidak diperkenankan membawa alat komunikasi dan uang tambahan. Intinya, dengan uang yang telah disediakan mereka harus sampai ke lokasi yang telah ditentukan panitia. Yang ingin ditekankan dalam <em>game </em>ini adalah bahwa seorang pemimpin tidak harus mereka yang memiliki pengikut atau menjadi ketua sebuah organisasi, namun mereka bisa mengusahakan perubahan lewat apa yang mereka lakukan.</p>
<p>Macet, polusi, dan suara bising klakson merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial kota Jakarta. Dan pada tahun ini para peserta benar-benar dituntut untuk membaur dengan kondisi tersebut. Tidak seluruh transport disediakan panitia, sehingga para peserta dibiasakan untuk menggunakan kendaraan umum. Tidak semua pembicara juga datang ke lokasi tinggal peserta di Salemba. Jadi para peserta diwajibkan untuk ‘menjemput bola’ dengan mendatangi para pembicara.</p>
<p>Selama kemah menulis, materi yang dihadirkan cukup variatif. Yang jelas seluruh materi yang ditawarkan masih tetap dalam lingkup tema awal, yakni “Menggali Gagasan dan Nasionalisme Kaum Muda”. Para peserta dibekali tentang bagaimana menjadi pemimpin yang memiliki nilai dan jiwa bersaing bersama General Electric Indonesia. Selain itu ada juga teknik bagaimana menjadi wirausaha yang kreatif, dan pintar memanfaatkan peluang bersama Mien R. Uno Foundation. Lalu ada juga diskusi menarik lainnya yang dilakukan dengan Busyro Muqoddas (KPK), Bambang Darmono (Kepala Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat), Mardiyah Chamim (Tempo Institute), serta pemateri-pemateri inspiratif lainnya.</p>
<p><em>Overall, </em>kompetisi ‘Menjadi Indonesia’ berperan besar dalam menghadirkan semangat keindonesiaan di kalangan anak muda. Sebagai alumni kompetisi 2010 yang turut mendampingi, saya merasa tertampar. Ternyata masih banyak hal yang urung saya lakukan untuk bangsa ini. Semangat itulah yang coba ditularkan dalam kompetisi ini. Semangat perubahan, nilai-nilai adiluhung, dan bagaimana menjadi pemimpin yang berintegritas.</p>
<p>Sekjen Perhimpunan Indonesia – Tionghoa (INTI) Budi Tanuwibowo di dalam buku <em>Tentang Indonesia</em> seraya berujar<em> </em>“Menjadi Indonesia tak akan terhenti ketika jasad kita mati, karena spirit dan roh keindonesian terus berkembang dan mengilhami generasi ke generasi.” Itulah tugas kita sebagai generasi muda, menyebarkan semangat menjadi Indonesia kepada semua lapisan masyarakat. Memancangkan semangat memiliki Indonesia di dalam sanubari. Tunjukkan kepada setiap orang bahwa kita bangga ‘Menjadi Indonesia’.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ravando</strong><strong>, </strong><em>Penulis adalah alumni kompetisi esai ‘Menjadi Indonesia’ tahun 2010.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/?feed=rss2&#038;p=4862</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

