Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009

24 June 2009

“Nasionalisme Di Mata Saya”

Nasionalisme hanyalah kata-kata kosong sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, pengalaman, dan harapan. Sebagai individu, sebagai bagian dari bangsa, masing-masing kita memiliki tafsir yang khas atas kedua konsep besar itu.

Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009 “MENJADI INDONESIA”, kerja sama Tempo Institute dan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, ini digelar dalam rangka menyambut delapan windu kemerdekaan Indonesia.

Kompetisi ini adalah sebuah ikhtiar membuka kran penafsiran gagasan nasionalisme dan kepemimpinan di kalangan kaum muda. Kaum muda, dari berbagai latar belakang budaya dan agama, lebih dari siapa pun, memiliki hak untuk mengubah dan menentukan arah Indonesia masa depan.

Tema: Nasionalisme Di Mata Saya

Reformasi yang sebenarnya hanya bisa terwujud ketika seluruh warga negara –dari berbagai lapisan, terutama kaum muda—terlibat aktif dalam proses kebangsaan. Namun, kurangnya keahlian dan kesempatan membuat kaum muda kerap terasing dari proses kemasyarakatan.

Bagaimana kamu menjadi bagian dari masyarakat yang aktif membangun demokrasi? Apa artinya menjadi warga negara bagimu? Bagaimana kamu menyampaikan pendapat, membuka saluran ekspresi, dan mendorong partisipasi masyarakat untuk membenahi persoalan yang ada di lingkunganmu?

Pastikan memulai esai Anda dengan menggambarkan situasi lokal di wilayahmu, juga mengeksplorasi gagasan orisinil yang dilakukan kaum muda dalam membenahi kondisi daerah.

Topik ini bisa dibahas dari berbagai sudut pandang, antara lain:

Budaya

Budaya bukanlah sekadar kesenian, tapi keseluruhan sistem sosial yang membangun sebuah masyarakat. Bagaimana gagasanmu dalam mewujudkan Indonesia yang kokoh, yang sanggup mengatasi kesenjangan kaya-miskin? Bagaimana pula membangan masyarakat Indonesia yang punya kebanggaan dan keteguhan dalam berkarya, tidak rendah diri, malu korupsi, serta memiliki semangat juang dan pantang menyerah?

Ekonomi

Pemerintah mencanangkan 2009 sebagai tahun ekonomi kreatif. Bagaimana kamu memandang hal ini? Apa sebetulnya ekonomi kreatif di matamu? Bagaimana anak muda bisa terlibat lebih aktif dalam gagasan ekonomi kreatif? Sarana apa saja yang dibutuhkan untuk itu? Apa seharusnya peran pemerintah dalam menyuburkan ekonomi kreatif? Bagaimana membuat ekonomi kreatif menjadi bagian dari mendefinisikan kembali nasionalisme secara mutakhir?

Kepemimpinan

Indonesia boleh berbangga karena menjadi negara dengan pemilu langsung pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional.Namun, ratusan pesta demokrasi pemilihan langsung itu tidak serta-merta diikuti dengan peningkatan kualitas kepemimpinan. Nilai-nilai kepemimpinan, terutama melayani masyarakat, tidak mendapat tempat dengan baik. Perebutan menjadi pejabat, anggota dewan perwakilan di berbagai tingkatan, tak lebih dari sekadar wujud keinginan berkuasa tanpa diiringi kesediaan melayani.

Bagaimana kamu memandang persoalan ini? Apa yang mestinya dilakukan kaum muda yang nota bene adalah pemimpin masa depan?

Sosial

Para pendiri bangsa ini mengamanatkan dengan jelas bahwa Indonesia adalah negara yang plural. Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, dengan gagah menyiratkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang bangga akan keragaman. Suku, agama, dan bahasa yang berbeda-beda bukanlah halangan dalam hidup berbangsa, bahkan menjadi sumber kekayaan tiada habis.

Namun, belakangan ini kita menyaksikan kebanggaan dan hormat pada keragaman pelahan terkikis. Bagaimana kaum muda menyikapi hal ini, apa yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan kembali toleransi dan kebanggaan akan keragaman?

    PESERTA :

    Tercatat sebagai mahasiswa (program D3, S1)

    DEWAN JURI

    Terdiri dari akademisi, budayawan, aktivis sosial, dan pemerhati dinamika kaum muda

    MENTOR :

    Pada kompetisi esai ini, panitia menyediakan fasilitas pendampingan dari mentor yang tersebar di berbagai wilayah. Peserta dipersilakan berdiskusi, konsultasi, dengan mentor baik melalui pertemuan langsung maupun melalui surat elektronik. Daftar mentor akan diumumkan lebih lanjut, antara lain adalah Raditya Dika, penulis blog “KAMBING JANTAN” yang sudah dibukukan dan difilmkan.

    PERSYARATAN :

    • Panjang esai 5-10 halaman kuarto, spasi ganda
    • Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apa pun
    • Tulisan dikirimkan kepada panitia melalui surat elektronik ke : menjadi-indonesia@mail.tempo.co.id
    • Tulisan juga dikirimkan melalui pos ke alamat sekretariat “Menjadi Indonesia”, Jalan Proklamasi 72, Jakarta 10320

    KRITERIA PENILAIAN

    • Tulisan mengemukakan gagasan kreatif
    • Gagasan yang dikemukakan (atau sudah diterapkan) memberi kontribusi bagi masyarakat
    • Orisinalitas gagasan mendapat porsi penilaian lebih banyak dibanding keindahan tata bahasa

    HADIAH

    • Pemenang I : Laptop, sertifikat, dan uang tunai Rp 6.000.000
    • Pemenang II : Laptop, sertifikat, dan uang tunai Rp 4.000.000
    • Pemenang III : Laptop, sertifikat, dan uang tunai Rp 2.000.000

    20 peserta terbaik)akan mendapat kesempatan mengikuti “Kamp Pelatihan Menulis dan Kepemimpinan”, di Jakarta, pertengahan Agustus 2009.

    Kamp pelatihan ini adalah peluang yang amat berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berargumen melalui tulisan dan menimba wawasan kebangsaan mutakhir langsung dari para narasumber terbaik.

    ###

    Tags: ,

    This entry was filed under Berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

    19 Responses to “Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009”

    1. norma ambarwati

      batas maksimal pngumpulan kapan ya???

    2. ahmad sirojuddin

      i will join to this event, thanks for all

    3. Analius Giawa

      Kompetisi ini sangat baik dan dengan kompetisi ini dapat menarik minat generasi baru untuk melihat sejauh mana diri dan jiwanya mengakui indonesia sebagai kehidupannya sendiri. Sukses buat Tempo dan terus berkarya untuk Bangsa tercinta Indonesia.

    4. Eduardo R

      Sepertinya kompetisi ini akan berdampak besar bagi perkembangan pemikiran mahasiswa diseluruh Indonesia!.selamat atas terselenggaranya acara ini!.Trims

    5. Hairul

      Kok daptar mentor gak diumumkan sih?
      dimana pengumumnnya, kalau di majalah tempo sepengthan saya mpe minggu ini belm ada. Jadi, kompetisi ini positif ada gak?
      Mohon tanggapannya

    6. ferdinand tri wibowo

      Maaf daftar mentornya di mana?
      Terimakasih

    7. Suhe

      Waduh….sayang banget udah telat
      coz…..
      batas pengiriman kmren kok gak dicantumin
      padahal aku niat banget pengen ikut
      mungkin bukan rezekinya kali
      besok2 jgn telat y infonya
      ditunggu

    8. husni

      kapan nich mas pengumuman daftar pementornya? kok sampai skearang beluma da2 juga??? kalau daerah bandung siapa saja ya?

    9. ummi sirojuddin

      di dalam surat elektronik & via post harus pakai KTM gk sebagai bukti kemahsiswaan? terimakasih

    10. Analius Giawa

      Bagaimana cara untuk bisa menghuungi para mentornya? Makasih

    11. Ado

      saya mau tanya untuk list mentor lebih lanjut bisa di lihat dimanah yah?

    12. dian dewi purnamasari

      ketentuan untuk mentor esai kita gimana ya? mohon dijelaskan. trims…

    13. rahmad

      boleh tuh….saya mau ikut.. batas pengumplannya tgl brp????

    14. rahmad

      oia satu lagi…
      di pungut biaya gk???

    15. rio gaury

      mana daftar mentornya???

    16. Lutfi abid

      batas pengiriman katanya diperpanjang hingga September, benarkah? alhamdulillah kalo benar… makasi Tempo.

    17. wimba widagdho

      cara ngehubungin pementornya gimana nih??

    18. dede rohmat

      tanpa mentoring kita masih bisa ikutan event gk ?

    19. admin

      silakan, dede. mentoring adalah fasilitas yang disediakan panitia. jika tidak dimanfaatkan, boleh saja. salam

    Leave a Reply