Siaran Pers Menjadi Indonesia

24 June 2009

“Anak muda, lebih dari siapa pun, memiliki hak untuk menentukan arah Indonesia masa depan.”

JAKARTA, 21 Juni 2009 : Tempo Institute bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional akan menyelenggarakan serangkaian program dalam rangka peringatan delapan windu kemerdekaan Indonesia.

Tema besar dalam kegiatan ini adalah “Menjadi Indonesia – Menggali Gagasan Kepemimpinan dan Nasionalisme di Kalangan Kaum Muda”. Program ini secara resmi akan diluncurkan di Gedung Joang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 15.00, Kamis 25 Juni 2009.

Bambang Harymurti, Chief Editor Tempo Inti Media, menegaskan bahwa nasionalisme harus senantiasa digali dan ditafsir ulang sesuai dengan kondisi kekinian. “Dunia sekarang makin terbuka,” katanya. Menafsirkan nasionalisme di tengah situasi seperti ini tentu membutuhkan dialog yang produktif, termasuk dengan melibatkan kaum muda.

Menurut Toriq Hadad, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, kegiatan ini adalah bagian dari upaya mengapresiasi peran anak muda dalam kehidupan berbangsa. “Saya banyak menjumpai anak muda yang cemerlang di berbagai daerah,” katanya, “Mereka berupaya menjadi solusi dari problem yang ada dengan cara yang kreatif.”

Bambang Darmono, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, sepakat tentang pentingnya melibatkan kaum muda secara lebih aktif dalam perbincangan kebangsaan. “Anak muda, lebih dari siapa pun, memiliki hak untuk menentukan arah Indonesia masa depan,” katanya. “Merekalah pemimpin masa depan.”

Serangkaian program yang akan digelar adalah :

  1. Kompetisi menulis esai untuk mahasiswa
    • Tema : Kaum Muda dan Persoalan Kebangsaan
    • Berbeda dengan kompetisi esai pada umumnya, kompetisi ini dilengkapi dengan fasilitas pendampingan (mentoring). Para mentor tinggal di berbagai wilayah dan siap menjadi teman diskusi bagi mahasiswa yang berniat mengikuti kompetisi.
    • Daftar mentor akan diumumkan lebih lanjut
  2. 20 peserta terbaik dalam kompetisi esai akan mendapat kesempatan berharga, yakni mengikuti pelatihan menulis dan kepemimpinan.
  3. Pelatihan ini adalah peluang berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berargumen melalui tulisan, memperkaya wawasan akan persoalan kebangsaan langsung dari para narasumber terbaik, sekaligus mempertajam wawasan kepemimpinan.
  4. Pelatihan berlangsung lima hari, di tempat yang akan ditentukan kemudian, dengan melibatkan tokoh-tokoh nasional sebagai narasumber terbaik dari berbagai bidang.
  5. Pembuatan film dokumenter “Anak Muda Indonesia” (sutradara: Abduh Azis)
  6. Penerbitan buku hasil kompetisi esai mahasiswa

Selamat menyambut delapan windu kemerdekaan Indonesia.

Tags: ,

This entry was filed under Berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

5 Responses to “Siaran Pers Menjadi Indonesia”

  1. ummi istiqomah

    ayo semangat untuk menulis esai….

  2. Wisnu Sudiro

    kalau mau ikut caranya gimana mas?

  3. badru

    boleh dunx ikut..metor perwakilan tangerang dmn ya?

  4. jatmiko

    harus ikut tuh,,,

  5. Fachry Latief

    mo ikut film dokumenternya, boleh ?

Leave a Reply