Daftar Peserta Kompetisi Esai Mahasiswa 2009 per tanggal 17 September 2009

17 September 2009

Berikut ini adalah daftar peserta Kompetisi Esai Mahasiswa 2009 per tanggal 17 September 2009 dan naskahnya telah masuk ke Tempo Institute.

NO NAMA JUDUL KAMPUS
1 Noveri Maulana Kebangkitan Budaya Nasional di kalangan Generasi Muda UNPAD
2 Krismansyah Kaum Muda dan Semangat Berwiraswasta Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta
3 Galih Andreanto Menggagas Kebangkitan Identitas Nasional UNPAD
4 Angga Prasetyawan Industri Kreatif Berbasis Warisan Budaya Perwujudan Intelektualitas Bangsa yang Bernasionalisme UI
5 Fahmi Firmansyah Budaya Sebagai Identitas Suatu Bangsa UI
6 Abdullah Sani Menggagas Ekonomi Kreatif Untuk Indonesia
7 Syailendra Persada Nasionalisme di Mata Saya: Di Pandang Dari Perspektif Kebudayaan Universitas Diponegoro
8 Johan Wahyudhi Mazhab Cinta: Menerima Keragaman, Menggagas Persatuan
9 Junita Nurwati Ekonomi Kreatif sebagai Pergeseran Pemikiran Orientasi Pemikiran di Masa Depan UI
10 Made Handijaya Dewantara Dwi Bahasa Pariwisata untuk Nasionalisme Indonesia Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali
11 Afrin Aku, Indonesia dan Pemimpin Indonesia UIN
12 Muhammad Nadhir Nasionalisme di Mata Saya Santri Dayah MUDI MESRA
13 Evi Asmarawati Menuju Pemimpin yang Paripurna Universitas Negeri Malang
14 Muhammad Irfan Menuju Masyarakat Madani dengan Budaya Organisasi dan Pendidikan UIN Yogyakarta
15 Ika Amaliyah Wajah Indonesia UNPAD
16 Ferdinand Tri Wibiwo Menjadi Indonesia Universitas Kristen Duta Wacana Yogya
17 Firdaus Putra Aditama Menjadi Indonesia Bersama Masyarakat Universitas Soedirman Purwokerto
18 Arif Darmawan Ekonomi Kreatif Sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Bangsa Universitas Sebelas Maret Surakarta
19 Agustynus Manik Evolusi dan Toleransi atas Perbedaan Budaya Universitas Katolik Santo Thomas
20 Putri Awati Ningsih Pemimpin Masa Depan Indonesia STIKES Harapan Ibu Jambi
21 Roby Abdillah Kibarkan Semangat Nasionalisme, Wahai Kaum Muda Politeknik Negeri Jakarta
22 Ragil Romly Mencetak Pemimpin melalui Pers UNPAD
23 Moch. Faizal Men(T)imurkan Kembali Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta
24 Eka S Saputra Sepetak Tanah untuk Nasionalisme UGM
25 Bagus Abdurrahman Wahid Ekonomi Kreatif Masa Depan Perekonomian Indonesia Universitas Muhammadiyah Yogya
26 Muhammad Abdul Aziz Indonesia Menuju Ekonomi Masa Depan dengan Ekonomi Kreatif Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten
27 Pinkan Pranawesti Sanger Nasionalisme Ikan Asin di Depan Bangku Bioskop XXI UPI YAI Jakarta
28 Andy Shabet Revolusi Bumi SOS Universitas Bung Karno Jakarta
29 Eko Siswanto Mereka Pahlawanku UI
30 Dea Melina Menuju Indonesia Mandiri UNPAD
31 Ilham Akbar Rao Pahlawan Tragis Untuk Indonesia UIN Jakarta
32 Yenny Fu Menjadi Indonesia Trisakti, School of Management
33 Enur Nursyamsi Ekonomi Kreatif di Indonesia Universitas Paramadina
34 Untung Jefry Manullang Menggali Gagasan Kepemimpinan dan Nasionalisme di Kalangan Muda Indonesia STAN Jakarta
35 RM Joko P Mulyadi Nasionalisme di Mata saya, Bahasa: Identitas Bangsa UIN Jakarta
36 Aulia Khasanah Kompetisi Esai Mahasiswa 2009 Universitas Negeri Jakarta
37 Winda mayang Sari Menjadi Pemuda Indonesia IPB
38 Fahrudin Nasionalisme di Mata Saya Universitas Djuanda Bogor
39 Irfansyah Tinjauan Semangat Nasionalisme dengan Bingkai Kearifan Lokal aceh Unsyiah Banda Aceh
40 Siti Maryam Purwoningrum Memaksimalkan Potensi Bahasa Indonesia Universitas Diponegoro
41 Wisnu Prasetya Utomo Memberdayakan Masyarakat, Menyiapkan Diri Sebagai Pemimpin UGM
42 Tiara Elgifienda Ekonomi Kreatif dan Mandiri Bersama Koperasi Mahasiswa UGM
43 Dahlia Ilinda Pemimpin Sosial Bagi Bangsaku UGM
44 Puspa Setia Pratiwi Membangun Kebanggaan Generasi Muda Indonesia Terhadap Kebudayaan Bangsa Melalui Indonesian Youth Host Program UI
45 Ridha Perwira Menjadi Indonesia
46 Oka Mahendra Saputra Membagun Modal Bangsa yang Hilang ITB
47 Agoes harnowo Bhinneka Tunggal Ika, Nasionalisme dalam Cangkang Sempit Bernama SARA UGM
48 Verdy Prasetio Pemilu Jujur, Pemimpinpun Jujur Universitas Surabaya
49 Arifuddin Hamid Kepemimpinan Pemuda Dalam Bingkai Reformasi (Sebuah Keharusan Zaman dalam Potret Pragmatisme Akut) UI
50 Agus Rois Memaknai Nasionalisme dalam Demokrasi dalam Masyarakat Risiko: Berkat atau Laknat? UGM
51 Nova Kurniawan Ekonomi Kreatif ala Ekonomi Rakyat Kecil UGM
52 Luhut Gurning Kerjakan Tugas Kita Sekarang UI
53 Azmy Basyarahil Mentalitas Berkelimpahan (Abundance Mentality): Syarat Utama Membentuk Pemimpin Masa Depan UGM
54 Rifki Ilmayanto Kearifan Lokal Masyarakat Pesaren dalam Tekanan Pertambangan Timah UGM
55 Verena Lubis Perdamaian yang Hakiki
56 Winny Laura Christina Esok Yang Lebih Baik UI
57 Rasih Refleksi Budaya dalam Jati Diri Bangsa: Menjadi Indonesia Seutuhnya UI
58 Dian Handayani Sejarah Dalam Kaitannya Menjadi Manusia Indonesia Yang Demokratis UGM
59 Arya Budi Reposisi Organisasi Mahasiswa Daerah UGM
60 Arya Budi Formulasi Seleksi+Modal Personal=Pemimpin Bangsa UGM
61 Uli Febriarni Bahasa Indonesia Riwayatmu Kini Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
62 Andria G.P. Perjalanan Nasionalisme Bangsa Indonesia UNPAD
63 Irvan Supradana Membangun Citra Bangsa dengan Budaya ITB
64 Nadia Putri Kaum Muda Sebagai Bingkai Harapan Bangsa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
65 Rizky Febriana UGM
66 Habibie M Waly Teroris di Indonesia
67 Dana Hasibuan Pariwisata Sebagai Terobosan Baru dalam Membangkitkan Rasa Bangga akan Keberagaman UGM
68 Nadhif Faizun Refleksi Perjalanan Demokrasi Indonesia: Mencari Sosok Presiden Ideal UGM
69 Sischa Maulana Selami Jati Diri Pemuda demi Kehidupan Bangsa yang Lebih Baik UI
70 Fajar Sofyantoro Penyederhanaan Sejarah, Sebuah Resistor Interpretasi Nilai-nilai Kebangsaan UGM
71 Pandu Utama Manggala Memaknai Arti Kepemimpinan Generasi Muda UI
72 Maldalias Kami Bangga Sebagai Bangsa Indonesia Universitas Gunadarma, Depok
73 Adrianto Pemuda Solusi Pemimpin Indonesia ke Depan Universitas Negeri Padang
74 Marsha Violita Putriadhi Budaya Nasionalisme di Indonesia Universitas al-Azhar Indonesia, Jakarta
75 Yadi Cahyadi Bahan Bakar Menjadi Indonesia Universitas Negeri Malang
76 Muhammad Yanuar Ari Menanti sistem Baru Wadah Pencetak Generasi Bangsa Dengan Reformasi Fikiran
77 Arga Yudia Putra Merobek Bangsa dengan Penaku STMIK Amikom Yogyakarta
78 Dzikry Rohdyansah Tak Ada Yang Berubah Universitas Mercubuana Jakarta
79 Sofiatun Tjakraningrat Atlantis Dusun Indonesia Universitas Muhammadiyah Yogya
80 Rully Febrian Menjadi Indonesia
81 Siti Sofiah Hasibuan Menyelamatkan Kepimpinan Bangsa Sejak Saat ini Institut Kesenian Jakarta
82 Nuryani Akan Kau Bawa Kemanakah Indonesia Ini Wahai Anak Negeri? AMIK PGRI Kebumen, Ja-Teng
83 Abdul Rokhim Melihat kembali Nasionalisme melalui Angkringan Universitas Muhammadiyah Yogya
84 M. Ika Bayu Adji Indonesia Hari ke Hari Universitas Muhammadiyah Purwokerto
85 Yadi Cahyadi Nasionalisme di Pelupuk Mata Universitas Negeri Malang
86 Fajar Chandra Ginting Nasionalisme di Mata Saya, dalam Konteks Budaya IBI Darmajaya, Bandar Lampung
87 Wina Ratnaningsih Nasionalisme Nyawa Bangsaku
88 Septian Darma Putra Terabaikannya Budaya Dimata Bangsa Ku, Indonesia !!!
89 Ahmad Mukhrish Memandang ke Depan Universitas Sebelas Maret Surakarta
90 Ika Arum Ambarwati Beraspirasi dengan “Wangi” Akademi Komunikasi Radya Binatama, Yogyakarta
Ragil Romly Tabung UNPAD
91 Ria Casmi Arrsa Organisasi sebagai Bentuk Refleksi Kawah Candradimuka Bagi Generasi Muda dalam Menumbuhkan Menapaki Kepemimpinan Bangsa Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
92 Ria Casmi Arrsa TOKOH PANDAWA DALAM KONTEKS SENI DAN PESAN MORAL DALAM MEMBANGUN NASIONALISME KEPEMIMPINAN BANGSA Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
93 Ria Casmi Arrsa MENUMBUKAN BUDAYA MEMBACA SEBUAH SOLUSI MENGEMBANGKAN KHASANAH INTELEKTUAL MASYARAKAT Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
94 Adi Kurniawan Dimensi Budaya Global dan Respon Nasionalisme AMIK BSI Purwokerto, Ja-Teng
95 Yeni Sriwahyuni Tumbuhnya Budaya Indonesia: Melalui “Quick Reading” dan “Creative Writing” Universitas Nasional PASIM – Bandung
96 Mohammad Rifqy Nasionalisme dan Sosial Budayanya
97 Herman Ayanto Kufeu Membedah Individualistik Membangun Budaya Kekitaan
98 Rifky Faris Aviyanto Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: Individu sebagai Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia Sekaligus sebagai Warga Dunia Institut Kesenian Jakarta
99 Ellys Shinta Safitri Budaya
100 Fakhri Zakaria Nasionalisme Asyik Lewat Musik UGM
101 Putria Febriana Lunturnya Nasionalisme, Suburkan Terorisme
102 Arga Yudia Putra Saya dan Media Kapital STMIK Amikom Yogyakarta
103 Irma Nurmalasari Mengikis Budaya Hidup Glamour dalam Benak Jiwa Nasionalisme Bangsa Indonesia Universitas Negeri Surabaya
104 Galeh Akbar Tanjung Di Balik Senyum Suram Wajah Budaya Bangsa Universitas Widya Gama, Mahakam, Samarinda, KALTIM
105 Hermawan Febriansyah Pemuda Menantang Modernitas dan Kapitalisme UGM
106 Zulfikar Persatuan Terhalang oleh Bangsa Sendiri Universitas Lambung Mangkurat, KALSEL
107 Deska Geudamus Berikanlah Kami Mesiu, Senapan dan Api Dari Sebuah Perjuangan
108 Putri Abdi Bukan Hanya Ilmu Tapi Juga Rasa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
109 Surianta Arti Dari Sebuah Nasionalisme Institut Pertanian Bogor
110 M. Khamim Nasionalisme Budaya Universitas Darul Umum Jombang
111 Efa Hanafiah Indonesia di Mataku Akademi Kebidanan YPSDMI Garut Jabar
112 Aprikie Putera Wijaya Mahasiswa: Pejuang dan Abdi Masyarakat
113 Taher Batubara Membangun dan Menumbuhkan Kembali Budaya Indonesia Yang Berbudi
114 Rico Lionardi Nasionalisme di Mata Saya Universitas Mercubuana Jakarta
115 Linggar Ratih Ayu Indonesia dalam Cetakan dengan Sebuah Pandangan Tentangnya Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
116 Ria Casmi Arrsa Revitalisasi Spirit Kemerdekaan Menuju Masyarakat Madani Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
117 Sugeng Sutrisna Kabar Kibar Merah Putih Universitas Negeri Jakarta
118 Johan Santoso Nasionalisme Sebagai Gizi Negara Universitas Wahid Hasyim Semarang, Ja-Teng
119 Ariffadhana MS Belajar Lebih Menjadi Indonesia Universitas Brawijaya Malang, Ja-Tim
120 Erny Ratnawati Supporting power terhadap Produk Lokal dalam Negri Universitas Sebelas Maret Surakarta
121 Andry Chandra Untuk Perubahan Universitas 19 November Kab Kolala, SULTRA
122 Maya Lestari Mendaur Ulang Nasionalisme Kita Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bekasi
123 Andri Mulia Integritas Karakter Pemimpin Sang Ratu Adil dalam Usaha Menumbuhkan Kepercayaan Anggota Pada Model Interaksi Leader-Member
124 Rommy Kharisma Karindon. Mari Kita Tunjukkan kepada Dunia Jiwa Kepemimpinan Orang Indonesia Universitas Jenderak Soedirman Purwokerto, Ja-Teng
125 Reza Taofik Imunisasi Budaya Bangsa: Melalui Pengembangan Kampung Wisata Budaya Universitas Negeri Jakarta
126 Iksani Menjadi Pemimpin Muda Yang Sukses Institut Pertanian Bogor
127 Suci Mifta Nailufar Nasionalisme STIE Muhammadiyah Pekalongan JATENG
128 Fajri Achmad Nasionalisme Merupakan Jiwa Pemuda Bangsa Universitas Diponegoro JATENG
129 Fitria Ardianyah Dari Pemilu Kampus Hingga Pemilu Nasional Universitas Jember JATIM
130 Moh. Darus Salam Peran Ekonomi Kreatif Dalam Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran dan Kesenjangan Ekonomi di Indonesia Universitas Paramadina Jakarta
131 Liza Sri Sekarwati Nasionalisme di Mata Saya
132 Ana Shofi Ani Nasionalisme Bukan Sekedar Simbolis Kosong Yang Tak Bertuan Universitas Diponegoro JATENG
133 Ismi Y Gatari Kepribadian Bangsa, Kekayaan yang Tak bisa Dijarah Universitas Pendidikan Indonesia JABAR
134 Linggar Ratih Ayu Saat Saya Mencari Indonesia Universitas Brawijaya Malang
135 Danang Ristu Nugroho Japan: The King of Revolution From Asia Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
136 Citra Eka Permatasari Menjadi Indonesia: Sebuah Kerinduan Universitas Negeri Surabaya JATIM
137 Felix Wisnu Handoyo Peranan Ekonomi Kreatif Memupuk Nasionalisme dalam Perekonomian Indonesia Universitas Gajah Mada Yogyakarta
138 Yulian Anindito Mencari Dasar Filosofi Budaya Bangsa Sebagai Titik Tolak Membangkitkan Nasionalisme Ofensif Universitas Gajah Mada Yogyakarta
139 Muhammad Iqbal Harahap Sejarah Pemimpin dan Pemuda Bangsa ini
140 Dewi Oktaf Puspita Nasionalisme Generasi Muda Penerus Bangsa IKIP PGRI Bojonegoro
141 Deli Safithri Menjadikan Indonesia Layaknya Lukisan Melalui Kepemimpinan dan Nasionalisme yang Sesungguhnya Politeknik Pos Indonesia Bandung JABAR 40151
142 Thomas Bea Dwi Anggono Menggagas Pendidikan Multikultural di Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
143 Thomas Bea Dwi Anggono Membangun Kesatuan Bangsa dalam Masyarakat Multikultural Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
144 Subiyanto Jiwa Nasionalisme Masyarakat Indonesia Saat Ini Sudah Semakin Pudar Institut Pertanian Bogor
145 Miftakhurohmah Mahasiswa, Kompetensi dan Globalisasi Institut Pertanian Bogor
146 Ria Casmi Arrsa Nasionalisme Inklusif di Tengah Masyarakat Pluralis Universitas Brawijaya Malang
147 Arif Saefudin Yudistira Menggairahkan Nasionalisme Melalui Pertunjukan Seni dan Budaya Universitas Muhammadiyah Surakarta
148 Fanny Yusuf Irawan Menjadi Pahlawan Universitas Pekalongan Jawa Tengah
149 Fanny Yusuf Irawan Terimakasih Malaysia Universitas Pekalongan Jawa Tengah
150 Hironimus Nitsae Pemimpin Pelayan Sejati Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang-NTT
151 Michaelino Mervisiano Revitalisasi Kepemimpinan Nasional Universitas Indonesia Jakarta
152 Rita Riata Maju Bangsaku Maju Indonesiaku Universitas Gajah Mada Yogyakarta
153 Hando Mersa Konteks Budaya dalam mendukung Nasionalisme STIKOM DB Jambi
154 Mambaunnisa Rekonstruksi Semangat Nasionalisme Dengan Budi Daya Pohon Jarak Universitas Islam Negeri Jakarta
155 Saeful Arif Upaya Generasi Muda Dalam Memperingati Kebangkitan Nasional Universitas Paramadina Jakarta
156 Hartati Saatnya Indonesia Bangkit Dari Krisis Ekonomi STKIP PGRI Banjarmasin KALSEL
157 Kristy Septin Barasa kepemimpinan Mahasiswa di Mata Masyarakat Kecil Kota & Desa
158 Senja Hary Christover Pemuda Bukan Generasi Penerus Tapi Generasi Perubah Universitas Padjadjaran JABAR
159 Abdul Gafur Konsolidasi Nusantara Dalam Konteks Integrasi Kawasan: Konsensus Demokratik, Nasionalisme Ekonomi, Dan Persatuan Rakyat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar SULSEL
160 Androuw Hilman Mungkur From Zero to Hero Universitas Indonesia Jakarta
161 Miftahul A’la Nasionalisme Menurut Saya: Mampu Melakukan Perubahan Untuk Kemajuan Bangsa-Bangsa Universitas Islam Negeri Yogyakarta
162 S. R. Hafiyah Yahya Elegi Pendidikan Indonesia dan Gerakan Pemuda Universitas Indonesia Jakarta
163 Ellys Shinta Safitri Ekonomi Kreatif
164 Ellys Shinta Safitri Kepemimpinan
165 Dwi Cahyo Purno Utomo Pemuda Sekarang, Pemimpin Hari Esok UNISSULA Semarang JATENG
166 Yaneke N Rahaningmas Bhineka Tunggal Ika, Bukan Gado-Gado Yang menjadi Sampah Universitas Narotama Surabaya JATIM
166 Yaneke N Rahaningmas Bhineka Tunggal Ika, Bukan Gado-Gado Yang menjadi Sampah Universitas Narotama Surabaya JATIM
167 Delfis Ditti Nasionalisme Bukan Program Tapi Proses Pembudayaan Universitas De La Salle Manado SULUT
168 Tengku Andyka Menggagas Kemandirian Ekonomi Berbasis Komunitas Upaya Mewujudkan Nasionalisme Universitas Negeri Jakarta
169 Bangun Imam Santoso Nasionalisasikan Pemuda, Menjadi Pemimpin Masa Depan Indonesia Universitas YARSI Jakarta
170 Happy Dwi Wardhana Negeri Tas Plastik Universitas Jember JATIM
171 Juliana Fisaini Peran Pemuda Dalam Membangkitkan Nasionalisme Melalui Kebudayaan Daerah Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
172 M Rinci Taqwa Nasionalisme, Keragaman Beragama, dan Keterkaitannya Universitas Islam Blitar
173 Rocki Fitra Yaldi Sepiring Sawah Universitas Negeri Padang SUMBAR
174 Yudi Kurniawan Nasionalisme Mahasiswa Rantau: Mengikis Hedonisme Melalui Kepekaan Sosial terhadap Ruang Publik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
175 Agung Gunawan PERMUDAAN NASIONALISME VERSI “DARAH MUDA” INDONESIA UNTUK JIWA YANG MUDA Institut Pertanian Bogor
176 Ummi Istiqomah Kita. Butuh. Indonesia Akademi Pimpinan Perusahaan Departemen Perindustrian RI
177 Nono Guntoro Membangun Indonesia Baru dengan Budaya “ewuh” Berbuat Korupsi IKIP PGRI Semarang
178 Sapta Rini Nasionalisme di Mata Saya STIKES An-Nur Purwodadi JATENG
179 Irna Bontor Febyola Menerapkan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai Salah Satu Upaya Menuju Kebangkitan Nasionalisme Institut Pertanian Bogor
180 Ainur Rohmah Mempertahankan ”Menjadi Indonesia” di Pondok Pesantren Universitas Gajah Mada Yogyakarta
181 Novia Arlista Wati Nasionalisme Kita Baru Sekedar Kata Universitas Jember JATIM
182 Danang Ristu Nugroho Nasionalisme, Genarasi dan Tantangan Masa Depan Indonesia Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
183 Chemi Martin Punggar Membudayakan Budaya Sadar Berkonstitusi dan Budaya Hukum Universitas Sriwijaya Palembang SUMSEL
184 Khoirul Anam Indonesiaku Surga Dunia STAIN Tulungagung JATIM
185 Goklas M. H. T Indonesia untuk Semua_Membangun Bangsa Yang Adil dan Mandiri dengan (Lebih) Peduli Kepada Kaum Difabel Institut Teknologi Bandung
186 Septian Nur Karomatun Nisa Cintaku, Cinta Kami, Indonesia Universitas Negeri Malang JATIM
187 Dodi Faedlulloh Menghapus Sikap Nasionalisme Musiman Universitas Jenderak Soedirman Purwokerto, JATENG
188 Inasa Kamila Mengenalkan Wajah Indonesia melalui Seri Novel Nusantara Universitas Indonesia Jakarta
189 Ayyun Kurata Jejak Lampau Artefak Budaya Indonesia dalam Pengikisan Nasionalisme Bangsa
190 AHMAD JUWARI INDONESIA (BELUM) MERDEKA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
191 Benget Simanullang BORN TO BE A LEADER Universitas Indonesia Jakarta
192 Stanley Kepemimpinan
193 Hairul Ironi Negeri Bernama Indonesia Universitas Bandar Lampung, Lampung
194 Yuja Azlisunianto Krisis Nasionalisme Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau
195 REZA PRADITYA YUDHA REFLEKSI NASIONALISME “CINTA LAURA” DAN BEASISWA PENDIDIKAN LUAR NEGERI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
196 JOHAN SANTOSO SETIAWAN TELEVISI OH TELEVISI WHAT ARE YOU DOING? UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
197 Thea Catleya Agnita NASIONALISME SEBAGAI PERSPEKTIF BUDAYA Institut Pertanian Bogor
198 Angga DM Urgensi Nasionalisme Pemuda di Era Globalisasi Budaya
199 Aidil Ekonomi Kreatif
200 Indah Puja Ningrum Klaim Budaya, Salah Siapa STIKes A. Yani Cimahi, Bandung
201 Bambang Nordiansyah Resep Menyehatkan Kepemimpinan Nasional Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
202 Eka Rachma Kurniasi Kemandirian Kreatif dan Peluang Usaha Universitas Pasundan Bandung
203 Ermawanto NASIONALISME: ANTARA MBAH SURIP, KAKAKKU, DAN INDONESIA Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
204 Syaiful Amri Saragih
Pemimpin Alternatif sebagai Agen Penggerak Bangkitnya Nasionalisme Modern
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
205 Misranto BANGSA INI LAKSANA WAYANG WONG STAIN Salatiga JATENG
206 GREGORIUS ABANIT ASA MAHASISWA SEBAGAI PEMIMPIN MASA DEPAN Universitas Katolik Widya Mandira
207 Laelie NASIONALISME EKONOMI MELALUI INDUSTRI KREATIF Universitas Indonesia Jakarta
208 Yuli Zarnita NASIONALISME DI MATA SAYA Universitas Negeri Padang SUMBAR
209 Haniel Chandra Pranatha Pemimpin Diri Sendiri Universitas Ma Chung Malang JATIM
210 Miftahul Arzak Merubah Wajah Pemimpin Munafik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
211 Junaidi Abdul Munif Ekonomi Kreatif, Ekonomi Kepemudaan Universitas Wahid hasyim Semarang
212 Ismun Nisa Nadhifah Ikhlas Bakti Bina Bangsa Tonggak Revolusi Sejati Indonesia Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga Yogyakarta
213 Sahrizal Pahlawi JATI DIRI YANG HILANG
214 LOLU DIANA HARAHAP NASIONALISME DI MATA SAYA
215 Abdul Hadi Bahasa Indonesia, di Mana-Mana Ada? STAIN Cirebon
216 Septa Azhari Diam Tertindas, Bangkit Melawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
217 Samsul Bahri Membudayakan Budaya Nasionalisme  Untuk Mengembalikan  Identitas dan Jati Diri Bangsa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
218 Samsul Bahri Pendidikan Sebagai Jalan Membentuk Pemimpin Muda Yang Ideal Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
219 Arif Gunawan PENGAKARAN NILAI BUDAYA DALAM PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NASIONALISME Universitas Indonesia Jakarta
220 Azwar Khalid Trasformasi Sosial Menuju Nasionalisme Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
221 Sarwanto Revitalisasi Peran Kampus dalam Melestarikan Kesenian dan Kebudayaan Indonesia Institut Pertanian Bogor
222 Leli Damayanti RAPUHNYA BUDAYA RAMAH DI INDONESIA STIE Pandu Madania Bogor
223 Adnan Firdausha Nasionalisme Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
224 Patricia Girsang Nasionalisme; Tunjukkan Pelitamu, Pancarkan Citra Bangsa Universitas Indonesia Jakarta
225 Dewika Angganingrum Sebuah Cara Sederhana Yang Ditunjukkan oleh Masyarakat Petulu untuk Menjadi Seorang Indonesia Universitas Indonesia Jakarta
226 Wildan Perbaikan Kebudayaan Yang Di Buruk Indonesia InstituteTeknologi Surabaya
227 Wildan Pemuda, Pemimpin Masa Depan InstituteTeknologi Surabaya
228 Wildan Narkoba, Musuh Kita Bersama InstituteTeknologi Surabaya
229 Dedi Marluga Nasionalisme Yang Tak di Kenal Institute Teknologi Bandung
230 Budi Utomo Nasionalisme Produk Pangan Lokal Universitas Sebelas Maret Surakarta
231 Dizar Al Farizi Membumikan Kecerdasan Berbudaya di Bumi Indonesia Universitas Negeri Jember
232 Tri Hanifawati MEMBANGUN SEMANGAT NASIONALISME DAN KEPEMIMPINAN PEMUDA BERBASIS KPK DAN RELIGIUS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
233 Edy Sujendro Memahami Nasionalisme yang Merupakan Anugrah Tuhan Ditinjau  Dalam Sejarah Dari Segi Kepemimpinan Dan Ekonomi
234 Abdul Majid Adinusa Untuk Manusia Indonesia Sesungguhnya Institut Pertanian Bogor
235 Gigih Prihantono Membangun Karakter Nasional Yang Berdasarkan Dengan Semangat Bahari dan Konsep Manunggaling Kawulo Gusti Universitas Airlangga Surabaya
236 Dessy Jayanti Penanaman Nasionalisme Melalui Metode GBN Plus-Plus Universitas Padjadjaran JABAR
237 Meilya Nurokhmah Budaya Sebuah Monomer Nasionalisme UIN Sunan Gunung Djati Bandung
238 M Syukri Fuad Negeriku di Ufuk Timur Institut Pertanian Bogor
239 Rezza Aji Pratama Nasionalisme Ditengah Kepungan Islam Radikal UIN Syarif HIdayatullah Jakarta
240 Tulus Imaro TKI : Sekedar Penghargaan Simbolis Sebuah Nasionalisme Institut Teknologi Bandung (ITB)
241 Sandhora Inda Dewi Bangga Menjadi Anak Indonesia STIKI Malang
242 Farhaan Muhammad Ridwan Menyikapi Realitas Kebijakan Pemerintah Terhadap Masyarakat UNPI Cianjur
243 Agus Arifin Makna Budaya, bangkitkan nasionalisme negeri 1000.000 pesona Universitas Brawijaya
244 Fallisa ananda putri Sesederhana Upacara Bendera Universitas Indonesia
245 Michaelino Mervisiano Revitalisasi Kepemimpinan Nasional
246 Gigih Prihantono Membangun Karakter Nasional Yang Berdasarkan Semangat Bahari dan Konsep Manunggaling Kawulo Gusti Universitas Airlangga Surabaya
247 Fatkhur Rahman Tawuran Antar Pelajar : Fenomena “Terorisme” Dalam Jagad Pendidikan Indonesia Institut Teknologi Bandung
248 Muhamad Mukhlas Putri Indonesia atau Malu Indonesia Universitas Jember
249 Ezra Halleluyah Awang Nasionalisme khas Indonesia ya kami siap Universitas Padjadjaran Bandung
250 Rokhmat Wahyuanto Pemuda, Generasi Pengawal Ekonomi Kreatif Indonesia Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
251 Fathahillah Haviedz Amrulloh Nasionalisme di Mata Saya Universitas Gadjah Mada
252 Iik Fastabiqul Khoirot Nasionalisme Dari Sudut Pandang Budaya STAIN Cirebon

Tags: ,

This entry was filed under Info Kompetisi Esai. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

52 Responses to “Daftar Peserta Kompetisi Esai Mahasiswa 2009 per tanggal 17 September 2009”

  1. laelie

    apakah nama yang sudah dipublish ini menunjukkan bahwa baik hardcopy ataupun softcopy telah diterima oleh pihak panitia?

    Terimakasih

    Best Regards,
    Laelie

  2. goklas m. h. t.

    salam. judul esai saya pada list adalah “Indonesia untuk Semua_Membangun Bangsa Yang Adil dan Mandiri dengan (Lebih) Peduli Kepada Kaum Difabel” seharusnya tanda “_” adalah “:”

  3. Eka rachma K

    nomor peserta saya 202,
    judul tulisan saya yang ditulis di daftar ini adalah Kemandirian Kreatif dan Peluang Usaha, seharusnya Kemandirian, Kreatif, dan Peluang Usaha. Harap bisa ditindaklanjuti.
    thanks

  4. Angel

    Sy sdh menyelesaikan naskah essai sy,.yg ingin sy tanyakan:bgmn format pengetikan naskah yg akan dikirim??,dan apakah identitas diri disertakan mjd 1 dg naskah yg dikirim?.trmksh

  5. admin

    @ Laeli: nama yg tercantum dalam daftar minimal telah mengirimkan naskah melalui surat elektronik. Naskah via pos bisa menyusul
    @ Goklas dan Rahma: yg dinilai nanti adalah naskah asli. Mohon dimaklumi jika ada kesalahan ketik pada daftar, hal itu tidak memengaruhi penilaian.
    @ Angel: silakan mengikuti format penulisan pada umumnya, tidak perlu dibuat rumit, oke.
    @ Angel : identitas tentu wajib dilampirkan, disalin (diketik), discan (jika memungkinkan), dan dilampirkan pada email, juga difotokopi dan dilampirkan pada naskah via pos.

    Salam

  6. dauz

    apa boleh mengirimkan 2 naskah dengan tema yang berbeda?
    thanks advance…

  7. admin

    @ Dauz: silakan, boleh mengirim naskah lebih dari satu. Salam

  8. Muhammad Rheza Ramadhan

    Maaf,nama dan naskah sy mengapa blm terdaftar ya?sy mengirim tgl 17 september.

  9. uhanto

    kepada kakak pembina….saya sdh mengirim email ke mentor sebulan yang lalu, tetapi tidak ada respon dari beliau. dan kalaupun cari mentor yang lain itu tidak di rekomendasikan oleh panitia dan kalaupun bisa waktunya mepet sekali. saya sudah membuat artikelnya tinggal di kirim saja. pertanyaannya apakah saya bisa kirimlangsung tanpa adanya pementor? sebenarnya saya ingin sekali dapat bimbingan dari pementor…..trims

  10. admin

    @ M Rheza yang baik, naskahmu sudah masuk tetapi belum sempat termasuk dalam list yang diumumkan di website. Maaf, ya, Kang Admin sedang libur lebaran. Terimakasih sudah turut berpartisipasi.

  11. ika

    ass.kak admin…
    esai yang dikirim lewat email apakah masih perlu di kirm hardcpy nya(diprint)?
    bagaimana penulisan identitasnya?
    terima kasih_

  12. admin

    @ Uhanto: maaf, mungkin mentor tersebut sedang sibuk melayani permintaan mentoring yg lain. Hal ini akan menjadi masukan bagi panitia. Tapi tidak usah berkecil hati, Uhanto bisa mencari mentor pembimbing sendiri dr kalangan kampus. Tidak pakai mentor pun, kalau naskah sudah siap, Uhanto bisa mengirimkannya.
    @ Ika: silakan simak posting berjudul Aturan Main Kompetisi Esai di website ini. Identitas dituliskan dalam email naskah dan dilampirkan dalam kiriman via pos.

  13. ika

    kak…admin yang baik…
    kapan bs melihat nama yg d publish untuk pengiriman nskah hari ini?
    tengkiyu_

  14. Thomas Bea Dwi Anggono

    Terima kasih, naskah saya sudah diterima oleh panitia. Saya hanya ingin menyertakan alamat email saya: beadwi@yahoo.com, seandainya diperlukan.
    Terima kasih.

  15. I Rendy

    mas/mbk admin,kpn namelist psrta yg msk tgl18sept dpblish?mas/mbk admin,sy sdah mngrimkan nskah sy lwt pos,idnttas sy lngsung sy cntumkn dbwh nskah yg sya bwt(tdk sy sndrikan),formatx spt idntts pnlis opini dkoran2,tdk apa2kah spt i2?Tp ttp kok di emainya ttp sy cntmkn nma,kampus,almat,no hp..tlg dblz,thx a lot mas/mbk yg baik

  16. I Rendy

    Mas/mbk admin,kpn ya namelist peserta yg ngirim naskahnya tgl18Sept dipublish? trz nskh yg sdh sy kirimkan lwt pos, tu idntitasnya langsung sy cntumkan di bwh esainya (nggak sy sndrikan),idntitasnya trdiri dr nama,alamat,asal kampus,no hp, n kode pos,gpp kan spt itu mas/mbk admin?tp klo di email,ttp sya cntumkan kok identitasnya..tlg dibales ya mas/mbk yang ada di sana..

  17. Nurul iman

    Aslm.. Apakah naskah esai saya sudah diterima oleh panitia? Saya mengirim pd tanggal23 september.

  18. Nurul iman

    Naskah saya berjudul menangkal 5D dgn 3R serta naskah yg muda yg b’karya

  19. jay

    ya ampun dari judulnya aja naskah pasti bagus2 deh semoga kalian juara deh

  20. jay

    bang admin saya baru kirim naskah sepuluh menit yang lalu, dan kalau naskah dikirim langsung gak pakai pos (cap pos) bolehkan?takutnya kantor pos masih pada libur seperti bang admin.hehehe

  21. dedi marluga

    dear admin,

    maap nanya, kayaknya sy ada yg miss informasi deh

    esainya dikirim lwt email doang, atw mesti dikirim via pos juga saya sudah email esai n biodata via email dan sudah di publish per tgl 17 september

    nah, esainya belum saya kirim via pos,. itu gimana, dikirim via pos juga??

    mohon infonya

    thanks,
    marluga

  22. alex

    mas, Aku doain semoga penilaiannya bebas dari KKN. Yang menang berarti yang terbaik.

  23. admin

    @ dedi marluga, Jay : kami yakin kalian cukup cerdas untuk menyimpulkan bahwa pengiriman naskah tetap via email dan pos sesuai ketentuan yg telah ditetapkan panitia, ok. Fungsi pengiriman via pos, selain arsip, adalah juga konfirmasi identitas kemahasiswaan.

    @ Rendy: ya, pencantuman identitas seperti yg telah Rendy lakukan.

    Oh ya, tidak ada pembatasan kuota menulis komentar di sini, Rendy. jadi, alangkah baiknya kalau Rendy dan teman-teman lain tidak terlalu banyak menyingkat kata-kata sehingga yg muncul hanya deretan konsonan yg susah dimengerti. Sekadar saran dr admin.

    @ Nurul Iman, Ika, Rendy: update naskah terbaru akan dilakukan panitia pada Senin, 28 September.

    Terimakasih dan selamat berkarya.

  24. adi

    kepada yth Tempo Istitute

    saya sudah berulangkali melihat-lihat namun nama saya dan judul kok menghilang dari daftar tidak tercantum. Mohon kofirmasinya…

    terima kasih sebelumnya

    adi kurniawan AMIK-BSI judul Nasionalisme dan Respon Nasionalisme

  25. adi

    mohon maaf judul Globalisasi dan Respon Nasionalisme

    Adi Kurniawan

  26. adi

    Mohon maaf sudah saya cek ternyata no.94 terimakasih

  27. yanuar

    mas…. tanggal jatuh tempo pengiriman esainya tgl 30 Sept atau 10 oktober sih??
    thanks

  28. aida

    kepada Yth Tempo Institute

    apakah masih ada waktu umtuk saya ikut serta dalam lomba ini??

  29. admin

    batas akhir pengumpulan naskah adalah tgl 30 sept, masih ada waktu 4 hari lagi.

  30. admin

    tanggal jatuh tempo pengumpulan naskah adalah tanggal 30 september

  31. abdul

    mas aq udah kirim hasil esai aq malalui surat elektronik tanggal 26 september
    jadi kira-kira saya bisa lihat apa naskah saya sudah masuk apa belum
    tanggal berapa ya mas?
    terima kasih.

  32. YAB

    kpd panitia…
    saya memakai dua mentor, apa harus saya tulis semua?
    terima kasih…

  33. Nurul iman

    Aslm sy hanya ingin bertanya apa naskah saya sudah masuk? Karena jika menunggu di update dan belum masuk, waktu mengirimkan naskah lagi akan melebihi jatuh tempo. Terima kasih.

  34. Yuja Azlisunianto

    admin….

    berarti, naskah nya harus dikirim lewat pos dan e mail donk?

    gak boleh salah satu githu?

    klo saya via pos belum ngirim, tapi e mail udah…

    gimana nieh?

    masih sempat gak ya saya ngirim lewat pos?

  35. admin

    @ Nurul Iman: sabar, ya. Naskahmu sudah masuk. Tunggu update Senin nanti.

    @ Yuja, Nurul Iman, Fuad: ini terakhir kali panitia menjawab pertanyaan soal batas waktu dan pengiriman via pos: tenggat pengiriman via email dan via pos adalah 30 September (Cap pos). Artinya, stempel pengiriman pada tanggal tersebut, tidak jadi masalah jika sampai di meja panitia melebihi waktu tenggat.

    Salam.

  36. rinci

    Kompetisi ini bukan sekedar kejuaraan.
    Menang ataupun kalah, inilah kontribusi mahasiswa untuk negara tercinta, Indonesia. Essay dari siapa dan darimana pun juga, kalau memang idenya prospektif mari kita tindak lanjuti bersama dengan lapang dada…
    Demi Indonesia…

  37. fava

    kang admin bilang:
    @ Laeli: nama yg tercantum dalam daftar minimal telah mengirimkan naskah melalui surat elektronik. Naskah via pos bisa menyusul

    tp sesegera mungkin kang admin jg konfirmasi daftar peserta yg udah kirim hardcopy. so, kami bisa segera kirim ulang kalau yg hard copy blum kekirim.oke?

    mav lahir dan batin y!

  38. dhito

    edan banyak juga yang ngirim, judul tulisannya serem2 euy…..hari senin gw kirim ahhh, turut berpatisipasi…

  39. Yuja Azlisunianto

    thanks ya kang admin…

    (^@^)

    maaf lahir batin juga….

  40. david

    malam mas/mbak admin…
    q mau tanya nih..
    apakah naskah saya sudah masuk yg lewat email mas/mbak??

    oy,, saya kan sudah kirim naskah saya lewat email dan via pos..
    nah yang via pos itu, naskah saya itu hardcopy dengan kertas A4.
    nah, saya baru sadar kalau naskah pake kertas kuarto..
    apakah saya harus kirim ulang naskahnya pake kertas kuarto atau bagaimana??

    thanks..

  41. arini

    malem..
    buat admin, saya udah ngirim naskah tanggal 24, kamis. kira” udah masuk ga ya…
    mudah”an besok bisa langsung liat update terbaru ya…biar jaga” takut belum nyampe..
    sekedar saran..berhubung yang ikut banyak banget, alangkah lebih baik kemah menulisnya ditambah kuota…hehe..

    makasi

  42. abdul

    bang kalo yang kirim per tanggal 26 september kapan tercantum esai kita di sini?
    tolong dijawab.

  43. diky

    admin, mau tanya, saya karyanya udah mau jadi, lalu saya cukup sulit mengetahui keberadaan mentor, apakah boleh karya tersebut saya kirimkan tanpa mendapat bimbingan dari mentor? Terima kasih………

  44. Yuli

    admin… bs kan esai sy baru dkrim bsok scra kilat.. mgkn nyampe tgl 31 ato 1…. apa, pak pos dsni pd pulkam.

  45. admin

    @ Yuli, Diky, Abdul, Arini : permasalahan kalian tipikal dengan yang sebelumnya. Jadi, silakan ‘jalan-jalan’ menjelajahi beberapa posting tentang kompetisi esai di website ini untuk mencari jawaban, ya. Tak apa, kan, sekalian lebih mengenal Tempo Institute.

    @ David : tak perlu dikirim ulang

    @ Rinci dan Dhito: terimakasih untuk support dan partisipasi kalian.

    Selamat berkarya

  46. Vonny

    Admin Yth.. Saya Vonny.. Sy Telah Mengirimkan Naskah Essay Via E-mail Pd Tgl 23 Sptmbr Berjudul “BDAYAKU, SEMANGAT NASIONALISMEKU”.. Sy Mw Tny, Kpn Naskah Sy Dipublish di Website-nya Tempo..? Trus Kmrn Tgl 25 Septmbr Sy Mengirmkn Naskah Sy Lewat Jasa Pngiriman Lain (Bukan Kntor Pos).. Apakah Diperbolehkan..? Krn Sy Pgn Sgera Trsampaikan Di Tujuan Sblm Deadline.. Mksh.. Tlg Dbls..

  47. Uhanto

    Kakak admin yang terhormat, saya sudah kirim naskah esai saya tanggal 26 sept lalu baik via email maupun pos, apakah sudah di terima? dari info admin hari ini akan di posting. Tapi belum keluar nama saya! mohon infonya agar saya bisa dapat kepastian, jika belum di terima untuk via email nanti akan saya kirim lagi…..terimakasih

  48. diky

    master admin, jadi kesimpulannya, kita boleh mengirimkan karya walaupun tidak didampingi oleh mentor dan karya tersebut harus dikirimkan melalui email dan juga melalui post……

    terima kasih atas penjelasannya

  49. harry

    untuk semuanya.. gud lak.. jangan sampai nasionalisme yang telah kita angkat dalam wacana kompetisi ini akhirnya hanya menjadi sampah.. so tunjukan output dari retorika yang kita buat.. tank berat Tempo…

  50. hafiyah yahya

    di daftar tertulis:
    “S. R. Hafiyah Yahya, Elegi Pendidikan Indonesia dan Gerakan Pemuda, Universitas Indonesia Jakarta”
    lebih tepatnya Depok..hhe..
    terima kasih..

  51. Wijen Pontus

    Saya ingin menanyakan, apakah dokumen-dokumen yang saya kirimkan lewat pos sudah diterima ? Saya mengirimkan dokumen tersebut pada hari Jumat lalu, 25 September 2009 melalui jasa pengiriman TIKI. Mohon konfirmasi.

    Atas perhatian dan jawabannya, saya mengucapkan terima kasih. Minal Aidzin Walfaidzin.

    Salam hormat,

    Wijen Pontus
    wijen.pontus@ymail.com

  52. arini

    selamat pagi bang admin :
    oke, saya akan bersabar nunggu update terbaru hari ini yaa…ternyata belum ada di list essay saya..huhu
    dan saya juga lupa mengirimkan identitas mahasiswa .. mungkin akan saya kirim via scan email ya,, gpp kan?
    terimakasi

Leave a Reply