Koran Tempo, Penutupan Kompetisi Esai

28 October 2009

Koran Tempo, 27 Oktober 2009

Sinema Media Strategis Kampanyekan Indonesia

JAKARTA–Sinema atau media visual seperti film merupakan media paling strategis untuk mengkampanyekan Indonesia saat ini. Hal itu diungkapkan oleh Sidiq Maulana, pemenang pertama kompetisi esai yang diadakan oleh Tempo Institute, di Jakarta kemarin. Dalam kompetisi dengan tema besar “Nasionalisme ala Gue” itu, mahasiswa Universitas Indonesia itu menulis esai bertajuk “Lepas Landas Kebudayaan Indonesia”.

“Tidak ada rumus baku, karena pemuda bisa berkontribusi melalui apa pun,” kata Sidiq saat penutupan kompetisi esai di gedung Usmar Ismail, Jakarta, kemarin. Sementara itu, gelar pemenang kedua dan ketiga diraih oleh Ainur Rohma dari Universitas Gadjah Mada dan Dzikri Abdisetia dari Universitas Terbuka Jember. Selain mendapat sebuah laptop, ketiganya mengantongi hadiah berupa uang.

Sebagai bentuk apresiasi, menurut Ketua Tempo Institute Mardiyah Chamim, ketiga pemenang bersama 17 penulis terbaik lainnya diajak untuk mengikuti kelas menulis selama tiga hari. Dalam kelas itu, mereka bisa mengemukakan pikiran, juga saling bertukar ide. “Melalui tulisan, anak-anak muda juga bisa mempengaruhi kebijakan publik, opini publik,” kata Mardiyah sembari menyebutkan ada 1.048 esai yang masuk ke panitia.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letnan Jenderal Bambang Darmono. Menurut dia, generasi muda bisa memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk apa pun, termasuk melalui tulisan. “Menjadi Indonesia dengan lebih kreatif sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing, termasuk melalui ide-ide yang dituangkan dalam tulisan,” katanya.

Dalam lingkup yang plural saat ini, kata Bambang, pemuda bisa menyalurkan pikiran dan kreativitas mereka dalam bentuk yang nyata. Misalnya, aktif di dunia seni, budaya, olahraga, dan bidang apa pun yang mereka minati, termasuk menulis. “Jadilah diri sendiri, generasi yang mampu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata dia.

“Melegakan karena hadir generasi-generasi baru yang terus menggelorakan keindonesiaan dengan konteks, tantangan, dan cirinya sendiri,” kata Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri di tempat yang sama.

MUNAWWAROH

This entry was filed under Berita, Info Kompetisi Esai. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

3 Responses to “Koran Tempo, Penutupan Kompetisi Esai”

  1. admin

    Selamat buat seluruh peserta. Top banget…

  2. bea dwi

    Kepada panitia lomba menulis esai mahasiswa 2009
    Saya mau meminta sertifat keikutsertaan saya menulis esai ini karena sertifikat itu bisa saya gunakan untuk mendapatkan point sof skill dari kampus saya. Selama kuliah saya harus mengumpulkan point ini, bahkan point ini menjadi syarat untuk ujian akhir. Saya mohon jawaban dan kesediaan panitia untuk membantu saya.
    Alamat tinggal saya

    Bea Dwi A, TH
    Wisma Nasaret
    Jl. Kaliurang km. 7,5 Yogyakarta 55002
    telp. 0274. 885704

    terima kasih

  3. aLe

    Wah,
    Baru tahu uda ditutup neh,
    Akibat jarang blogwalking akhir² ini.
    Btw,
    Selamat buat para pemenang,.

Leave a Reply