<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempo Institute &#187; Pengumuman Pemenang Kompetisi Esai Mahasiswa 2009</title>
	<atom:link href="http://www.tempo-institute.org/index.php/tag/pengumuman-pemenang-kompetisi-esai-mahasiswa-2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tempo-institute.org</link>
	<description>Center of Excellent Institute</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 03:48:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mereka Sang Pemenang</title>
		<link>http://www.tempo-institute.org/index.php/2009/10/13/mereka-sang-pemenang/</link>
		<comments>http://www.tempo-institute.org/index.php/2009/10/13/mereka-sang-pemenang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kompetisi Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman Pemenang Kompetisi Esai Mahasiswa 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tempo-institute.org/?p=4225</guid>
		<description><![CDATA[Kompetisi Esai 2009 “Menjadi Indonesia” dengan tema “Nasionalisme Ala Gue” telah resmi berakhir.
Selama kurun waktu 24 Juni—30 Oktober 2009, telah terkumpul 1081 naskah dari 998 mahasiswa 207 perguruan tinggi yang tersebar di 65 kota di Indonesia dan 1 perguruan tinggi di Australia.
Terkait dengan berakhirnya kompetisi, Dewan Juri telah bersidang pada 12 Oktober 2009 di Jakarta.
Dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kompetisi Esai 2009 “Menjadi Indonesia” dengan tema “Nasionalisme Ala Gue” telah resmi berakhir.</p>
<p>Selama kurun waktu 24 Juni—30 Oktober 2009, telah terkumpul 1081 naskah dari 998 mahasiswa 207 perguruan tinggi yang tersebar di 65 kota di Indonesia dan 1 perguruan tinggi di Australia.</p>
<p>Terkait dengan berakhirnya kompetisi, Dewan Juri telah bersidang pada 12 Oktober 2009 di Jakarta.</p>
<p>Dewan Juri terdiri dari: Idrus F. Shahab (Redaktur Pelaksana Tempo), LR Baskoro (Redaktur Pelaksana Tempo), Damayanti Buchori (peneliti IPB), Syafiq Basri Assegaf (Universitas Paramadina), Marianus Kleden (tokoh cendekiawan Flores), Cok Sawitri (penulis, Bali), dan Budi S. Tanuwibowo (INTI, aktivis Dialog antar-Iman).</p>
<p>Dewan Juri telah memutuskan tiga pemenang untuk kompetisi ini, yaitu:</p>
<ol>
<li> Juara I: <strong>Sidiq Maulana Muda</strong>, Universitas Indonesia, Jakarta, dengan judul esai <em>Ekspansi Budaya: Lepas Landas Kebudayaan Indonesia</em>, berhak atas laptop dan uang senilai Rp 6.000.000</li>
<li> Juara II: <strong>Ainur Rohmah</strong>, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dengan judul esai <em>Mempertahankan “Menjadi Indonesia” di Pondok Pesantren</em>, berhak atas laptop dan uang senilai Rp 4.000.000</li>
<li>Juara III: <strong>Dzikri Abdisetia</strong>, Universitas Terbuka Jember, Jember, dengan judul esai <em>Ketika Dynand Tak Bangga pada Kotanya</em>, berhak atas laptop dan uang senilai Rp 2.000.000</li>
</ol>
<p>Bersama  ketiga juara tersebut, Dewan Juri juga telah memilih 17 peserta terbaik untuk diikutsertakan dalam kemah menulis di Wisma Tempo Sirnagalih, Megamendung, Jawa Barat, pada 22—27 Oktober 2009. Mereka adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Ayos Purwoaji</strong>, Institut Teknologi Surabaya, dengan judul esai <em>Kupu-Kupu dari Papua</em>.</li>
<li><strong>Arif Kurniar Rakhman</strong>, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dengan judul esai <em>Menjadi Indonesia dengan Jimpitan</em>.</li>
<li><strong>Ni Made Purnamasari</strong>, Universitas Udayana, Denpasar, dengan judul esai <em>Bali di Simpang Identitas</em>.</li>
<li><strong>Veri Nurhansyah Tragistina</strong>, Universitas Indonesia, Jakarta, dengan judul esai <em>Nasionalisme 2.0., Kontribusi Generasi Digital dalam Menabur Benih Nasionalisme Konsumen Indonesia</em>.</li>
<li><strong>Fakhri Zakaria</strong>, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dengan judul esai <em>Nasionalisme Asyik Lewat Musik</em>.</li>
<li><strong>Fathan Mubarak</strong>, Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, dengan judul esai <em>Menyejarahkan Kembali Nasionalisme Kita</em>.</li>
<li><strong>Firdos Putra Aditama</strong>, Universitas Soedirman, Purwokerto, dengan judul esai <em>“Menjadi Indonesia” Bersama Masyarakat</em>.</li>
<li><strong>Ach. Nurcholis Majid</strong>, Institut Dirosah Islamiyah Al-Amien (IDIA), Sumenep, dengan judul esai <em>Belajar dari Jhermudi dan Nasionalisme Etnis; Sebuah Cerminan Hidup Pemimpin Masa Depan</em>.</li>
<li><strong>Jati Nantiasa Ahmad</strong>, Universitas Indonesia, Jakarta, dengan judul esai <em>Mengintip Kebudayaan Indonesia Lewat Celah Psikologi</em>.</li>
<li><strong>Muhammad Imam Nasef</strong>, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, dengan judul esai <em>Tunjukkan Rasa Nasionalisme, Lindungi Kebudayaan Tradisional!</em></li>
<li><strong>Prima Sulistya Wardhani</strong>, Universitas Negeri Yogyakarta, dengan judul esai <em>Diaspora dan Surat Kartini</em>.</li>
<li><strong>Irfa Ronaboyd</strong>, Universitas Trunojoyo, Madura, dengan judul esai <em>Hari Budaya Nusantara Sebagai Nation Building, Character Building, dan Inventarisasi Budaya.</em></li>
<li><strong>Michaelino Mervisiano</strong>, Universitas Indonesia, Jakarta, dengan judul esai <em>Revitalisasi Kepemimpinan Nasional: Sebuah Alternatif Pendekatan</em>.</li>
<li><strong>Nana Riskhi Susanti</strong>, Universitas Negeri Semarang, dengan judul esai <em>Wanurejo, “The Sense of Java”</em>.</li>
<li><strong>Islahuddin</strong>, Universitas Negeri Yogyakarta, dengan judul esai <em>Kelola TKI, Gerakkan Ekonomi Kelokalan, Studi Kasus di Kabupaten Lombok Timur NTB</em>.</li>
<li><strong>Goklas M H T</strong>, Institut Teknologi Bandung, dengan judul esai <em>Indonesia untuk Semua: Membangun Bangsa yang Adil dan Mandiri dengan (Lebih) Peduli kepada Kaum Difabel</em>.</li>
<li><strong>Dea Melina</strong>, Universitas Padjadjaran Bandung, dengan judul esai <em>Menuju Indonesia Mandiri</em>.</li>
</ol>
<p>Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat.</p>
<p>Panitia akan segera menghubungi nama-nama tersebut di atas untuk koordinasi lebih lanjut.</p>
<p>Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi.</p>
<p>Lebih dari sekadar menang atau kalah, kompetisi ini adalah kontribusi orang muda untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.</p>
<p>Tertanda,</p>
<p>PANITIA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tempo-institute.org/index.php/2009/10/13/mereka-sang-pemenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
